LEBAK - zonabantennews.my.id
Warga Kampung Tarikolot, Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun para dermawan untuk pembangunan mushola yang layak di lingkungan mereka.
Pasalnya, selama bertahun-tahun warga setempat terpaksa melaksanakan ibadah salat lima waktu di sebuah rumah milik warga yang secara sukarela difungsikan sebagai langgar atau mushola darurat.
Kondisi bangunan yang digunakan untuk beribadah tersebut saat ini cukup memprihatinkan. Sejumlah bagian bangunan mulai mengalami kerusakan, di antaranya atap yang bocor serta tiang-tiang bangunan yang mulai lapuk.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan jamaah, terlebih ketika hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.
Seorang warga Kampung Tarikolot, Budi, mengatakan, masyarakat sudah cukup lama menggunakan tempat tersebut sebagai sarana ibadah karena belum memiliki mushola yang layak.
“Kami sudah bertahun-tahun salat di sini. Ini mushola milik Bapak [Nama Pemilik] yang diikhlaskan untuk digunakan warga. Tapi kalau hujan deras kami merasa takut, khawatir bangunannya roboh,” ujar Budi.
Menurut warga, keberadaan mushola sangat penting bagi masyarakat Kampung Tarikolot. Selain menjadi tempat melaksanakan salat berjamaah, mushola juga menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat.
Namun, keterbatasan kondisi ekonomi masyarakat membuat pembangunan mushola yang lebih layak belum dapat direalisasikan secara maksimal.
Warga berharap pemerintah desa, pemerintah daerah, serta pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan sarana keagamaan dapat memberikan perhatian dan membantu mewujudkan pembangunan mushola yang aman dan layak.
“Harapan kami ada bantuan untuk membangun mushola yang lebih baik. Kami hanya ingin memiliki tempat ibadah yang aman dan nyaman untuk digunakan bersama,” ungkap warga.
Masyarakat Kampung Tarikolot berharap aspirasi tersebut dapat mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Dengan adanya bantuan pembangunan, warga tidak lagi harus melaksanakan ibadah di bangunan yang kondisinya mengkhawatirkan.
Warga juga membuka ruang bagi masyarakat luas, lembaga sosial, maupun para donatur yang ingin turut membantu pembangunan mushola tersebut.
Red


