Lebak- zonabantennews.my.id
Aksi brutal sekelompok orang yang melakukan penculikan dan pengeroyokan terhadap aktivis Lebak warga Kp Kebon Awi Desa Bojongleles Kec Cibadak Kab Lebak terjadi pada sabtu malam mendapat kecaman dari berbagai elemen masyarakat sipil Kab Lebak dalam pemberitaan di media online aksi premanisme itu menyeret nama Ketua DPRD Kab Lebak.
Ketua DPRD Kab Lebak Dr Juwita dalam keteranganya kepada Ketua Umum Badak Banten Perjuangan membantah ada keterlibatan dirinya pada aksi kriminal sekelompok orang terhadap Uun aktivis Lebak.
" Saya pada saat itu ada di dalam kamar , baru pulang dari Karawaci bersama keluarga,tiba-tiba terdengar ada keributan di luar rumah,pas saya lihat ada banyak orang membawa Uun ,langsung sok saya melihat kejadian itu", kata Dr Juwita di Kantor Pusat Badak Banten Perjuangan
Dikatakan Dr Juwita ,mengaku bahwa kejadian yang dilakukan orang - orang itu tidak ada kaitan maupun keterlibatan dirinya.
Menyuruh orang untuk melakukan tindakan kriminal merupakan perbuatan melanggar hukum sangat tidak relevan hal itu dilakukan Ketua DPRD Kab Lebak.
" Saya katakan,tidak pernah meminta atau nyuruh orang untuk bertindak atau melakukan kekerasan pada orang,dan apa untungnya bagi saya (Dr Juwita) selaku Ketua Dewan kalau hal itu dilakukan", kata Dr Juwita kader Fraksi PDI-Perjuangan
Dr Juwita,mengatakan ,dan menegaskan kepada siapapun agar jangan mengambil air keruh untuk kepentingan politik yang dapat merugikanya.
Peristiwa hukum itu murni tindakan kriminal pidana jangan di seret kepada ranah politik.
" Peristiwa itu murni kasus kriminal,jangan di seret- seret pada ranah politik,tidak ada kaitan saya pada peristiwa hukum tersebut", tegasnya
Sedangkan Ketua Umum Badak Banten Perjuangan ,Eli Sahroni saat dikonfirmasi , mengatakan, telah kedatangan Ketua DPRD Kab Lebak , Dr Juwita bersama suaminya.
Dr Juwita dalam perbincangan dengan kami di Kantor Pusat Badak Banten Perjuangan,membantah issue ada keterlibatan di peristiwa hukum yang terjadi pada sabtu malam akhir pekan kemarin.
Dalam keteranganya,Dr Juwita mengaku tidak pernah ada hubungan bentuk apapun dengan oknum ormas itu. Kendati ada hadir dalam acara ormas tersebut itu sebatas undangan ,sama seperti saat acara ormas lainya saya hadir karena memenuhi undangan baik kapasitas sebagai Ketua DPRD Lebak maupun selaku tokoh perempuan di Lebak
" Kami Badak Banten Perjuangan memahami apa yang telah beliau sampaikan dengan jelas ,tidak ada kaitanya dengan penculikan dan pengeroyokan Uun Aktivis Lebak", kata Eli Sahroni kepada awak media
Kejujuran yang terungkap dari seorang perempuan yang saat ini jadi Ketua DPRD Lebak merupakan ungkapan yang berlandasan pakta maka tak obyektif jika peristiwa hukum itu menyeretnya.
" Kami menghormati kejujuran yang di sampaikan ibu Dr Juwita, dan memang berdasarkan penelusuran secara komperhesif tak ada nama beliau dalam keterlibatan aksi premanisme sabtu malam tersebut", kata King Badak panggilan akrabnya Ketua Umum Badak Banten Perjuangan
Dikatakan King Badak, penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan oleh sekelompok warga yang berada di salah satu ormas di Kab Lebak harus di proses hingga tuntas tanpa ada tebang pilih terhadap setiap pelaku penculikan dan pengeroyokan terhadap Uun aktivis Lebak
" Saya dan rekan-rekan badak banten perjuangan mengawal proses penegakan hukum,tak boleh satupun lolos dari jeratan hukum ", kata King Badak.
Tim:Redaksi


