Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

7/recent/ticker-posts

Badak Banten Perjuangan Akan Demo Inspektorat Lebak Terkait Kasus Pungli Dan Gratifikasi Puskesma Kumpay, Badak Banten Perjuangan Akan Demo Berjilid Jilid


Lebak - zonabantennews.my.id

Tidak dibuka dan ditindaklanjutinya hasil riksus kasus dugaan pungli dan gratifikasi di Puskesmas Kumpay Kecamatan Banjarsari hingga di peti ES-Kan oleh Inspektorat Lebak yang diduga untuk menyelamatkan sejumlah pejabat dan politisi yang terlibat dalam kasus tersebut, membuat publik geram terutama Ormas Badak Banten Perjuangan. 

Badak Banten Perjuangan menuntut adanya transparansi dan penegakan aturan seadil-adilnya. Inspektorat Lebak tidak boleh pandang bulu dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Hasil riksus harus dibuka dan ditindaklanjuti demi terciptanya Pemerintahan yang bersih (Clean Goverment).

Demikian dikatakan Eli Sahroni Ketua Umum Badak Banten Perjuangan Kepada Awak Media. Selasa,10/03/2026

Diapun menyampaikan bahwa pihaknya akan mengerahkan kekuatan penuh untuk menggelar aksi masa (demontrasi) terkait hal ini pasca Lebaran Idul Fitri.

"Kami harus turun ke jalan, demo berjilid jilid" Kata Eli Sahroni

Karena, Lanjut Eli. Kalau tidak didesak dengan aksi massa, inspektorat ini kerjanya diduga tidak beres, masa hasil riksus yang sudah terang benderang dipeti ES-kan. Padahal publik menunggu tindaklanjut dari hasil riksus tersebut. Ungkapnya

Aksi Demontrasi pasca lebaran nanti akan kami lakukan di dua titik yakni Depan Kantor DInas Kesehatan juga di Depan kantor Inpektorat Lebak dengan mengerahkan massa sekurang-kurangnya 300 orang". Ucap Eli

"Bukan hanya itu Pelaporan Ke Aparat Penegak Hukum juga akan berjalan beriringan dengan agenda Demo berjilid-jilid tersebut". Tegasnya

[10/3, 11.18] Sekjen Ntus: Atas Adanya Dugaan Dipeti ES-Kan Nya Hasil Riksus Inspektorat Lebak Terkait Pungli Dan Gratifikasi Puskesma Kumpay, Badak Banten Perjuangan Akan Demo Berjilid Jilid

Lebak, Tidak dibuka dan ditindaklanjutinya hasil riksus kasus dugaan pungli dan gratifikasi di Puskesmas Kumpay Kecamatan Banjarsari hingga di peti ES-Kan oleh Inspektorat Lebak yang diduga untuk menyelamatkan sejumlah pejabat dan politisi yang terlibat dalam kasus tersebut, membuat publik geram terutama Ormas Badak Banten Perjuangan. 

Badak Banten Perjuangan menuntut adanya transparansi dan penegakan aturan seadil-adilnya. Inspektorat Lebak tidak boleh pandang bulu dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Hasil riksus harus dibuka dan ditindaklanjuti demi terciptanya Pemerintahan yang bersih (Clean Goverment).

Demikian dikatakan Eli Sahroni Ketua Umum Badak Banten Perjuangan Kepada Awak Media. Selasa,10/03/2026

Diapun menyampaikan bahwa pihaknya akan mengerahkan kekuatan penuh untuk menggelar aksi masa (demontrasi) terkait hal ini pasca Lebaran Idul Fitri.

"Kami harus turun ke jalan, demo berjilid jilid" Kata Eli Sahroni

Karena, Lanjut Eli. Kalau tidak didesak dengan aksi massa, inspektorat ini kerjanya diduga tidak beres, masa hasil riksus yang sudah terang benderang dipeti ES-kan. Padahal publik menunggu tindaklanjut dari hasil riksus tersebut. Ungkapnya

Aksi Demontrasi pasca lebaran nanti ditegaskan Eli akan dilakukan di dua titik yakni Depan Kantor DInas Kesehatan dan di Depan kantor Inpektorat Lebak dengan mengerahkan massa sekurang-kurangnya 300 orang. 

"Bukan hanya itu Pelaporan Ke Aparat Penegak Hukum juga akan berjalan beriringan dengan agenda Demo berjilid-jilid tersebut". Tegas Eli Sahroni Yang akrab dengan sebutan King Badak

Red

Posting Komentar

0 Komentar