Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

7/recent/ticker-posts

Gabungnya wartawan indonesia GWI soroti komentar oknum bidan yang tidak bermoral rendahkan profesi LSM


PANDEGLANG – zonabantennews.my.id

 Seorang bidan yang bertugas di Puskesmas Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, berinisial ERN, kini menjadi pusat kecaman. Hal ini menyusul komentarnya di media sosial yang dinilai merendahkan marwah profesi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Ketegangan bermula saat sebuah unggahan berita mengenai keluhan layanan di Puskesmas Sumur dibagikan ulang melalui akun TikTok. Di tengah diskusi publik tersebut, akun bernama “Moy” yang diduga kuat milik ERN, menuliskan kalimat yang memicu kemarahan aktivis.

“Hhmmm mau lebaran LSM sedang gencar-gencarnya cari uang buat beli baju lebaran,” tulis akun tersebut di kolom komentar.

Menanggapi tudingan tersebut, anggota Tim Khusus (Timsus) LSM GPS, Otong Suharta, langsung mengambil langkah tegas. Ia bersama tim sempat mendatangi Puskesmas Sukaresmi untuk meminta klarifikasi, meski gagal menemui ERN maupun Kepala Puskesmas di lokasi.

Namun, komunikasi berhasil dilakukan melalui sambungan telepon. Dalam rekaman percakapan yang diterima awak media, ERN justru terkesan mempertegas pandangan negatifnya. Ia menyebut bahwa berdasarkan pengalaman pribadinya, LSM kerap mencari-cari masalah demi keuntungan materi.

"Dalam rekaman itu, ia (ERN) mengaku punya pandangan negatif karena pengalaman pribadinya di wilayah tempat tinggalnya di Desa Weru. Ia menganggap semua LSM punya pola yang sama," ujar Otong kepada media.

Pernyataan ERN dinilai sebagai generalisasi yang berbahaya dan mencemarkan nama baik profesi. Otong menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap menempuh jalur formal maupun aksi massa.

“Kami merasa tersinggung. Ini bukan sekadar komentar iseng, tapi sudah mencemarkan nama baik profesi LSM secara institusi,” tegas Otong. (16/3/26)

Red

Posting Komentar

0 Komentar